Pada hakekatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu
proses komunikasi. Proses komunikasi (proses penyampaian pesan) harus
diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan
atau informasi oleh setiap guru dan perserta didik. Peserta didik sebagai raw
input dan subjek pendidikan memiliki ciri khas individu yang perlu dipahami
oleh pendidik, diantaranya peserta didik adalah individu yang memiliki potensi
fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik, peserta didik sebagai
individu yang sedang berkembang, individu yang membutuhkan bimbingan individual
dan perlakuan manusiawi, dan individuyang memiliki kemampuan untuk mandiri
(Sanjaya,2010).
Menurut Ali (2004), proses belajar mengajar secara
formal di sekolah terjadi interaksi antara berbagai komponen pengajaran.
Komponenkomponen itu dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama, yaitu:
(1) guru, (2) isi atau materi pelajaran dan (3) siswa. Interaksi antara ketiga
komponen utama melibatkan sarana dan prasarana seperti metode, media, dan
penataan lingkungan tempat belajar, sehingga tercipta situasi belajar-mengajar
yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan
demikian, guru yang memegang peranan sentral dalam proses belajar mengajar,
setidak-tidaknya menjalankan tiga macam tugas utama, yaitu merencanakan,
melaksanakan pengajaran dan memberikan balikan.
Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan yang
dihadapi siswa dalam belajar seorang guru dituntut untuk selalu melakukan
inovasi dan dapat menemukan kiat-kiat baru untuk menciptakan suasana belajar yang
kondusif serta menyenangkan (enjoyable learning) yang dapat meningkatkan minat
siswa terhadap pelajaran yang disampaikan. Hal ini perlu dilakukan karena aspek
yang terpenting adalah minat siswa terhadap pelajaran sains itu sendiri. Minat
siswa terhadap suatu pelajaran tersebut menimbulkan motivasi siswa untuk mempelajari
dan menyenangi mata pelajaran tersebut. Dalam upaya menimbulkan minat tersebut,
dapat dilakukan dengan menumbuhkan emosi positif siswa (seperti rasa senang dan
rasa puas) dalam belajar. Dengan adanya minat, siswa akan termotivasi untuk
belajar yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan hasil belajar yang
dicapainya. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah ini adalah dengan
menggunakan media pembelajaran yang menarik. Media pembelajaran merupakan salah
satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan sehingga membantu guru dalam menyampaikan
materi pembelajaran dengan lebih mudah dan efektif. Media berperan sangat penting
sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Untuk
itu, penggunaan media yang tepat dan menarik akan menumbuhkan minat, rasa ingin
tahu, motivasi dan kreativitas siswa, sehingga sangat penting untuk
mengotimalkan ketercapaian tujuan pembelajaran. Hal ini sependapat dengan
Munadi (2008) bahwa media yang bersifat interaktif dengan komputer memiliki beberapa
kelebihan, diantaranya:
(1) meningkatkan motivasi belajar, dimana dengan
terakomodasinya kebutuhan siswa, maka siswa pun akan termotivasi untuk terus
belajar,
(2) memberikan umpan balik, dimana media pembelajaran
interaktif dapat menyediakan umpan balik yang segera terhadap hasil belajar yang
dilakukan oleh peserta didik, dan
(3) kendali program sepenuhnya berada pada pengguna, yaitu
siswa. Meninjau hal tersebut, maka perlu dicoba dikembangkan media pembelajaran
yang berbasis video untuk mengembangkan cara pemikiran siswa agar lebih
memahami materi pembelajaran.
Kita ambil contoh pada materi koloid. Kita tidak hanya
menjelaskan atau mengejer dengan metode ceramah saja. Akan tetapi, kita juga bisa
menghadirkan sebuah video sebaga media yang akan membantu siswa untuk lebih
memahami materi lewat visual dan audio. Video berikut adalah contoh media
pembelajaran yang dibuat untuk membantu siswa dalam memahami materi koloid …
selain kita bisa membuat video
sendiri dapat pula kita hadirkan animasi bagaimana proses tersebut dapat
terjadi, agar siswa juga lebih paham dan mengeri lagi tentang materi yang dipelajari
…
sumber:
Ali, M. 2004. Guru Dalam Proses BelajarMengajar. Bandung:
Sinar baru Albensindo.
Munadi, Y. 2008. Media Pembelajaran; Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Press.
Sanjaya, W. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.
www.youtube.com