A.
Pembelajaran Berbantuan Multimedia
Multimedia
mengandung unsur komputer. Multimedia memberikan kesempatan untuk belajar tidak
hanya dari satu sumber seperti guru, akan tetapi memberikan kesempatan kepada
subyek mengembangkan kognitif dengan lebih baik, kreatif, dan inovatif. Meyer
(2009:3) mendefinisikan multimedia sebagai presentasi materi dengan menggunakan
kata-kata sekaligus gambar-gambar. Yang dimaksud dengan “kata” adalah materinya
disajikan dalam bentuk verbal (verbal form), misalnya menggunakan teks
kata yang tercetak atau terucapkan. Sedangkan yang dimaksud dengan “gambar”
adalah materi disajikan dalam bentuk gambar (pictorial form).
Menurut
Constantinescu (2007: 2), “Multimedia refers to computer-based systems that
use various types of content, such as text, audio, video, graphics, animation,
and interactivity”. Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur
atau lebih yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video, dan
animasi secara terintegrasi. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu
multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia
yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan
oleh pengguna. Sedangkan multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang
dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna,
sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.
Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif,
aplikasi game, dan lain-lain.
Pembelajaran
diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses
belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar.
Belajar dalam pengertian aktivitas mental siswa dalam berinteraksi dengan
lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan.
Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktivitas belajar dan
pembelajaran adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan
menata unsur-unsurnya sehingga dapat merubah perilaku siswa.
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbantuan multimedia dapat
diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran,
dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, ketrampilan dan sikap)
serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar
sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.
B. Teori Pembelajaran Pemrosesan Informasi Robert Gagne
Robert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh
Bambang Warsita, dalam bukunya: The Conditioning of Learning mengemukakan
bahwa” Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists
over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth”.
Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar
secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja.
Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat
internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang
berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan
(kondisi) (Warsito, 2008: 66).
Penjelasan lebih lanjut dari Bambang Warsita,
bahwa berdasarkan kondisi internal dan eksternal ini, Gagne menjelaskan
bagaimana proses belajar itu terjadi. Model proses belajar yang dikembangkan
oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan informasi, yaitu sebagai berikut:
1. Rangsangan yang diterima panca indera akan
disalurkan ke pusat syaraf dan diproses sebagai informasi.
2. Informasi dipilih secara selektif, ada yang
dibuang, ada yang disimpan dalam memori jangka pendek, dan ada yang disimpan
dalam memori jangka panjang.
3. Memori-memori ini tercampur dengan memori
yang telah ada sebelumnya, dan dapat diungkap kembali setelah dilakukan
pengolahan (Warsito,
2008; 69)
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan
bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah
belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan
saja.
C. Model Pemrosesan Informasi
Model proses kontrol pemrosesan informasi dapat
diliha pada Gambar di bawah ini
Gambar 1. Model proses
kontrol pemrosesan informasi (Meyer 2009: 68)
a.
Short-Term Sensory Store
Sistem ini berfungsi untuk menyimpan sejumlah besar informasi yang
diterima dalam waktu yang singkat. Kompartemen dari sistem ini memerima tampa
mencatatnya, dan dalam waktu yang singkat akan hilang karena penambahan
informasi baru. Hal ini dapat kita andaikan , sebuah setrika yang sudah agak
panas yang kemudian panasnya berkurang dan sama sekali “hilang”. Sistem
tersebut akan diterpa oleh berbbagai bentuk stimulus-penglihatan, perabaan, pendengaran,
kinesthesis, dan seterusnya. Terdapat kemungkinan, berbagai rangsang sensoris yang
berasal dari luar itu diterima secara simultan dan masing masing rangsang
tersimpan selama waktu yang singkat.
b.
Short-Term Memory
Informasi yang masuk pada sistem penyimpangan jangka pendek tidak semua
diproses pada tahap berikutnya, karena adanya penyaringan terhadap informasi
yang relevan dan tidak relevan. Proses seleksi ini ditentukan oleh kondisi
tugas yang dilakukan seseorang (misalnya mengamati perjalanan shuttlecock dalam
permainan bulu tangkis) atau oleh momen tertentu dalam suatu tugas (mula – mula
penglihatan, kemudian pendengaran seperti kerasnya suara”cocok” dipukul).
Informasi yang akan diproses ketahap berikutnya ialah karena kesesuaian dengan
suatu situasi untuk diproses kedalam sistem memori jangka pendek (STM). Memori
ini merupakan tempat penyimpanan informasi, bagi yang berasal dari Short-Term
Sensory Store (STSS) maupun yang berasal dari Long-term Memory (LTM).
c.
Long-term Memory
Kompartemen memori jangka pendek jangka panjang adalah jumlah waktu
dari informasi yang dapat disimpan selain kemempuan menyimpan informasi.
Bedasarkan teori kotak memori dapat dijelaskan bahwa aktifitas memproses
informasi disalurkan dari penyimpanan jangka pendek ke penyimpanan jangka
panjang, dimana informasi akan tersimpan secara permanen supaya tidak hilang
(Budiningsih, 2005: 82)
D.
Model Pemrosesan Informasi dari Gagne dan
Berliner
Gambar
2 Model pemrosesan informasi dari Gagne dan Berliner
Keterangan:
1. Sensory
Receptor (SR)
SR adalah sel
tempat pertama kali informasi diterima dari luar. Di dalam SR informasi
ditangkap dalam bentuk aslinya, informasi hanya bertahan dalam waktu yang
sangat singkat dan mudah tergangu atau berganti.
2. Working Memory (WM)
WM diasumsikan
mampu menangkap informasi yang mendapat perhatian individu, perhatian
dipengaruhi oleh persepsi. Karekateristik WM, memiliki kapasitas terbatas + 7
slots dan hanya bertahan 15 detik jika tidak diadakan pengulangan, dan
informasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya.
3. Long Term
Memory (LTM)
LTM
diasumsikan: 1) berisi semua pengetahuan yang telah dimiliki oelh individu, 2)
mempunyai kapasitas tidak terbatas, dan 3) bahwa sekali informasi disimpan di
dalam LTM, ia tidak akan pernah terhapus atau hilang. Sedangkan lupa adalah
proses gagalnya memunculkan kembali informasi yang diperlukan. Tennyson
mengemukakan proses penyimpanan informasi merupakan proses mengasimilisasikan
pengetahuan baru pada pengetahuan yang telah dimiliki, yang selanjutnya
berfungsi sebagai dadar pengetahuan.
Sumber :
Hitipeuw, I. 2008. Belajar & Pembelajaran. Malang:
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Reed K.Stephen. 2007. Kognisi
: Teori dan Aplikasi Edisi
7. Jakarta: Salemba Humanika
Mayer, R. E.
2009. Multimedia Learning Prinsip-Prinsip Dan Aplikasi. Terjemahan Baroto
Tavip Indrojarwo. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
sedikit menambahkan
BalasHapusMenurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran
Apakah bisa suatu informasi yang masuk pada sensory receptor dapat menjadi informasi yang masuk pada long term memory? jika bisa, bagaimana hal tersebut dapat terjadi?
BalasHapusSaya ingin membantu menjawab
HapusMenurut saya bisa saja, apabila informasi itu berkaitan dengan informasi sebelumnya, dan jika informasi itu diterima secara berulang-ulang maka akan masuk ke dalam long term memory. Atau juga bila mengalami suatu kejadian yang terlalu menyenangkan atau menyedihkan maka dapat juga menjadi long term memory.
sedikit menambahkan Kelebihan teori pemrosesan informasi
BalasHapusDengan menerapkan teori pemprosesan informasi akan membantu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam berfikir. Sehingga peserta didik akan didorong untuk berfikir di dalam kegiatan pembelajaran.
Peserta didik akan berusaha untuk mengaitkan proses pembelajaran yang menarik dengan materi yang disampaikan.
Guru dan pendidik di tuntut untuk kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Guru dituntut dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode belajar yang menyenangkan dan menarik sehingga peserta didik dapat menerima materi dengan baik, sehingga peserta didik akan mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan.
Kelemahan teori pemrosesan informasi
Apabila guru tidak dapat menyampaikan materi secara kreatif dan menarik maka peserta didik tidak dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Selain itu apabila ada peserta didik yang tidak aktif dalam proses pembelajaran maka guru akan sulit dalam menyampaikan materi.
Bagaimana memunculkan informasi yang ada di memori jangka pendek agar menjadi memori jangka panjang?
BalasHapusInformasi dalam memori jangka pendek akan diubah ke dalam memori jangka panjang apabila informasi tersebut telah tersimpan dalam memori jangka pendek cukup lama. Hal ini terjadi karena dalam memori jangka pendek suatu sirkuit‐bergema (reverberating circuit) dari aktivitas neural akan terjadi di otak, dengan suatu putaran bangkitan diri dari neuron. Apabila sirkuit tetap aktif dalam suatu periode maka terjadilah perubahan kimiawi atau struktural sehingga memori secara permanen akan tersimpan.
HapusBeberapa pengalaman dapat diingat lebih baik dari yang lain, seperti peristiwa yang sangat menggembirakan atau bahkan peristiwa yang sangat traumatis. Studi pada binatang menunjukkan bahwa apabila suatu peristiwa menggembirakan terjadi maka adrenal medulla meningkatkan sekresinya dalam aliran darah adrenalin, yang dapat meningkatkan konsolidasi suatu memori.
bagaimana suatu informasi dapat menjadi ingatan jangka panjang? lalu apa yang harus dilakukan agar setiap informasi yang diterima dapat menjadi ingatan jangka panjang? jelaskan!
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmultimedia seperti apa yang baik sehingga pemrosesan informasi dapat sepenuhnya diterima ke memori jangka panjang peserta didik?
BalasHapusmengapa informasi yang diperoleh melalui pendengaran lebih lama teringat dibandingkan dengan informasi yang diperoleh melalui penglihatan? bagaimana kaitan hal ini dengan teori pemrosesan informasi?
BalasHapusBeberapa teori yang melandasi perancangan desain pesan multimedia instruksional ialah teori pengkodean ganda, teori muatan kognitif, dan teori pemrosesan ganda. Menurut teori pengkodean ganda manusia memiliki sistem memori kerja yang terpisah untuk informasi verbal dan informasi visual, memori kerja terdiri atas memori kerja visual dan memori kerja auditori. Teori muatan kognitif menyatakan bahwa setiap memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas. Sedangkan teori pemrosesan ganda menyatakan bahwa penyampaian informasi lewat multimedia instruksional baru bermakna jika informasi yang diterima diseleksi pada setiap penyimpanan, diorganisasikan ke dalam representasi yang berhubungan, serta dikoneksikan dalam tiap penyimpanan. Temuan-temuan penelitian telah menguji kebenaran teori pengkodean ganda (dual-coding theory): terdapat dua buah saluran pemrosesan informasi yang independent yaitu pemrosesan informasi visual (atau memori kerja visual) dan pemrosesan informasi verbal (atau memori kerja verbal); kedua memori kerja tersebut memiliki kapasitas yang terbatas untuk memroses informasi yang masuk. Hal terpenting yang dinyatakan oleh teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan bahwa kemampuan terbatas memori kerja, visual maupun auditori, seharusnya menjadi pokok pikiran ketika seseorang hendak mendesain sesuatu pesan multimedia.
BalasHapusTennyson mengemukakan proses penyimpanan informasi merupakan proses mengasimilisasikan pengetahuan baru pada pengetahuan yang telah dimiliki, yang selanjutnya berfungsi sebagai dadar pengetahuan.jelaskan apa itu dadar pengetahuan
BalasHapusKelemahan dari long term memory adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya. Menurut anda bagaimana cara mengatasinya?
BalasHapusfaktor apa yang mempengaruhi informasi hanya masuk sampai tahap short term memory dan tidak sampai pada tahap penyimpanan long term memory?
BalasHapusSedikit menambahkan
BalasHapusPembelajaran yang efektif dapat dicapai dengan mengelola beban kognitif intrsik, mengurangi beban kognitif asing, dan meningkatkan beban kognitif erat. Semakin banyak pengetahuan yang dapat digunakan secara otomatis dalam proses pembelajaran maka semakin minimum beban kognitif di memori kerja. Penyampaian materi yang sangat sulit dengan cara yang mudah dan menarik sehingga dapat diterima dan dipahami oleh siswa. Hal ini dapat membuat beban kognitif dalam suatu pembelajaran berkurang dan menurun dengan mengandalkan cara pengajaran yang kreatif dan tepat sasaran.
Berdasarkan permasalahan yang sudah diuraikan maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Pembelajaran Bebantuan Multimedia Berdasarkan Teori Beban Kognitif yang dapat Meningkatkan Pemahaman Siswa''
Untuk menghindari pemahaman yang berbeda terhadap istilah sehingga peneliti memberikan beberapa istilah sebagai berikut:
1. Multimedia adalah media yang digunakan dalam pembelajaran yaitu dengan microsoft powerpoint
2. Beban kognitif merupakan suatu beban mental (mental load) yang terkait dengan perbedaan tugas yang diminta dengan kemampuaan seseorang untuk menguasai tugas tersebut.
3. Teori beban kognitif (Cognitive load Theory) merupakan suatu teori yang menjelaskan fenomena yang dihasilkan oleh pembelajaran dengan memper-timbangkan kemampuan dan batasan rancangan kognitif manusia, teori ini menghubungkan desain karakteristik beban pembelajaran dengan prinsip pengolahan informasi.
4. Pembelajaran berbantuan multi mediaberdasarkan teori beban kognitif merupakan pembelajaran yang dapat mengelola beban kognitif intrinsic, merendahkan beban kognitif extraneous dan meningkatkan beban kognitif germany dengan langkah-langkah (a) menginformasikan
tujuan pembelajaran melalui powerpoint, (b) menyampaikan materi dengan powerpoint, (c) membentuk kelompok (4-5 anak), (d) memberikan tugas (KLS) yang dikerjakan secara
berkelompok, (e) memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan (f) membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari.